Mourinho Tidak Lagi Special

Jose Mourinho yang kini masih belum menunjikan racikan strategi yang oke di Tottenham Hotspur , peramu yang berasal dari Portuga itu telah dinilai jika tidak lagi menjadi manajer yang spesial

Tottenham yang telah menelan kekalahammya hingga dengan skor 1-3 dari Manchester United dengan lanjutan Liga Inggris , dengan hasil yang negatif di Tottenham Hotspur Stadium pada minggu 11/4/2021 yang merupakan kekalahan ke-10 , Jose Mourinho  pada musim ini di Premier League

Opta yang telah mencatat jika hal ini merupakan salah satu kekalahan terbanyak Jose Mourniho dalam semusim sepanjang kariernya sebagai sang manajer , dan selain itu Tottenham yang telah kehilangan18 poin dari posisi unggul di Liga Inggris pada musim ini

Dengan hal itu yang telah mendasari EKS pemain Chelsea yakni Chris Sutton yang telah memberikan penilaian jika Jose Mourinho yang sudah habis , dirinya menilai jika Jose yang sudah sedikit berbeda dengan saat pertama kalinya datang ke Chelsea pada sejak musim 2004/2005

Jose Mourniho yang pernah membawa Chelsea menggelar Juara Liga Inggris pada musim pertamanya  yang pindah ke London Barat , pada sepanjang musim , The Blues itu tersebut yang hanya sekali saja menelan kekalahan

” Pada saat Mourinho yang telah dayang ke negera ini pada tahun 2004 , dirinya adalah salah satu oranh portugis yang amat lucu , pintas , serta karismatik yang terlah berjanji untuk menaklukan Premier League , dirinya pun yang menepati janjinya itu dengan cukup cemerlang , akan tetapi sang pria itu sudah pergi , tidak lagi disini ” ujar Sutton

” Jose Mourinho yang telah berhasil menuarai tiga gelar dengan kharisma yang sungguh luar biasa telah digantikan oleh dirinya yang mengacungkan ketiga jarinya ke seluruh dunia serta cemberut

” Dirinya yang mudah frustadi , konfrontatid dan juga mudah tersinggung serta hidup di kejayaan di masa lalu , tidak ada kejayaan yang bisa untuk didapatkan dari performa dihari minggu , walaupun Jose Mourinho yang diklaim jika Tottenham bermain dengan cukup bagus saat melawan MU ”

” Itu adalah sebuah kekalahan ke10 di Liga untuk Jose Mourinho saat ini , dan pertama kalinya dirinya menyentuh semua total itu dalam musim serta didalam kariernya “

Gareth Bale Merasa Tidak Happy Berada Di Spurs karena Mourinho

Gareth Bale yang kini kembali membuat hebih dengan pernyataan jika mau kembali lagi ke Real Madrid , dan rumornya sih Bale yang tidak senang dengan sang manajer Tottenham Hotspur tersebut yakni Jose Mourinho

Gareth yang sedang dipinjam kan oleh Real Madrid ke Tottenham Hotspur dengan sealama musim 2020/2021 , Bale yang tidak masik kedalam rencana pelatih Real Madrid , Zinedine yang hanya duduk dibangku cadangan terus pada musim lalu

Sang pemain yang berasal dari Wales itu memang sempat mengalami cedera dan juga masih belum mampu menunjukan kemampuannya pada awal musim , akan tetapi dengan secara pelan tapi pasti , maka Bale yang pelan pelan akan kembali bersinar lagi

Dirinya yang telah berhasil membekukan lima gol serta tiga assist dari 12 kali laga di Liga Inggris dengan ketajamannya Bale terlihat kembali

Dan dengan terbarunya Gareth yang melontorkan pernyataan jika dirinya yang siap untuk kembali lagi ke Real Madrid , dan tidak mau berlama lama di Tottenham Hotspur , Bale yang memang memiliki sisa kontrak satu musim lagi

‘” Dan alasan pertamanya saya datang dan bergabung ke Spurs pada musim ini ialah untuk bermain sepakbola dan juga untuk menuju ke Piala Eropa , saya yang ingin berada di level bugar , dan renca awalnya adalah dapat melalui semusim di Spurs dan usai Piala Eropa , saya yang masih memiliki satu musim tersisa lagi di Real Madrid ” ujar Gareth Bale

Eks Presiden Real Madrid yakni Ramin Calderon yang cukup terkejut dengan atas pernyataan sang Bale itu , dan menurutnya Bale yang sebenarnya bisa saja untuk bertahan di TTH lebih lama

Ramon yang telah menjelaskan jika bisa saja Bale tidak bahagia berada di Spursh , dan siapa lagi jika menurutnya bukan faktor sang manajer ( Jose Mourinho )

” Morinho yang sepertinya tidak membuat sang Bale senang ” ujarnya

” Bale yang juga tidak banyak memainkan pertandingan , maka dari itu sepertinya dia mau kecewa lalu memilih untuk kembali ke Real Madrid saja ” tutupnya ( Gareth Bale )

Pochettino: Jika Juara Saya Mungkin Menangis Seminggu

Mauricio Pochettino mengatakan bahwa seluruh fans dari Tottenham Hotspur akan kembali melihat tangisan bahagia darinya andai Spurs mampu menaklukkan Liverpool di laga Final Liga Champions musim ini. Sebelumnya para fans telah menyaksikan hal serupa kala Spurs berhasil mengamankan satu tempat di laga puncak dengan menyingkirkan Ajax Amsterdam di babak semifinal lewat kemenangan dramatis di Belanda.

Manajer asal Argentina itu memang tidak mampu menahan tangisan kebahagiaan dirinya ketika berhasil memastikan Spurs mencapai laga final di kompetisi paling elit di Eropa untuk pertama kalinya. Pochettino terlihat dengan jelas menangis di depan kamera tak lama setelah Spurs berhasil memastikan kemenangan atas Ajax.

Spurs memang akan menjalani laga berat melawan Liverpool di Wanda Metropolitano pekan depan. Ini merupakan laga final kedua tim asal Inggris sejak tahun 2008 silam. Pochettino tentu menargetkan untuk bisa memenangkan gelar juara pertama sebagai manajer di pertandingan nanti.

Tak hanya itu, Pochettino mengaku bahwa mungkin tangisannya akan berlangsung selama satu minggu andai mampu membawa Tottenham juara.

“Ibu saya sering menyebut saya cengeng. Ibu saya mengatakan bahwa saya akan menangis ketika senang ataupun sedih. Ayolah, jangan menangis!” ungkap Pochettino.

“Kadang saya menangis ketika mengemudi dari tempat latihan ke rumah karena mendengarkan musik yang mengingatkan saya kepada beberapa momen penting di kehidupan ini. Ketika sampai dirumah istri saya bertanya apa yang telah terjadi dan saya menjelaskan bahwa ada musik yang telah mengingatkan saya kepada kejadian 30 tahun lalu di Argentina. Mendengar itu semua, istri saya menyebut saya gila,” tambahnya.

“Saya juga bisa menangis karena menonton film. Jadi saya bisa menangis karena semuanya. Jika kami mampu memenangi Liga Champions, mungkin saya akan menangis selama seminggu,” tutupnya.

Jika Juve Boyong Pochettino, Spurs Akan Berupaya rekrut Allegri

Tottenham Hotspur kabarnya tertarik untuk merekrut Massimiliano Allegri andai manajer mereka saat ini, Mauricio Pochettino memutuskan untuk hengkang ke klub lain musim depan.

Seperti diketahui, Pochettino memang tidak menutup peluang dirinya untuk melatih klub lain musim depan andai Spurs mampu keluar sebagai juara Liga Champions musim ini. The Lilyhwites akan menantang Liverpool di laga puncak yang akan berlangsung di markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano tanggal 1 Juni mendatang.

Menariknya, terdapat peluang Spurs dan Juventus untuk saling bertukar pelatih musim depan jika melihat ketertarikan Bianconeri terhadap pelatih asal Argentina itu dan juga pihak manajemen Spurs yang menjadikan Allegri sebagai target buruan utama mereka jika harus kehilangan Pochettino.

Allegri memang telah memastikan bahwa dirinya akan hengkang dari Allianz Stadium mulai musim depan meski ia mencatatkan karir yang gemilang bersama Si Nyonya Tua dengan berhasil meraih lima gelar Scudetto secara beruntun dan dua kali meloloskan timnya ke Final Liga Champions.

Pelatih asal Italia itu juga tidak menutup kemungkinan untuk melatih klub Inggris musim depan. Selain Spurs, beberapa klub Premier League lainnya juga diyakini sangat meminati jasa dari Allegri. Manchester United dan Arsenal yang musim ini gagal menembus posisi empat besar klasemen akhir Liga Inggris kabarnya juga sangat tertarik untuk bisa mendatangkan pelatih berusia 51 tahun itu musim depan.