Liverpool Harus Bertahan Agar Bisa Mengatasi Lionel Messi

Salah satu pemain Liverpoo, Andu Robertson menyatakan bahwa Liverpool haruslah bisa bertahan sebagai sebuah tim yang utuh agar bisa mengatasi Lionel Messi. Liverpool akan melakukan aksi tandangnya dalam laga putaran pertama babak semifinal ajang Liga Champions.

Aksi tandang mereka akan mereka jalankan dengan menghadapi Barcelona di Stadion Camp Nou, Kamis dinihari WIB. Setelah berhasil menyelesaikan pemburuan gelar pada musim ini, Messi dkk dipercaya sedang mengalihkan kelaga ajang Liga Champions.

Untuk Liverpool harus bisa lebih waspada karena mengingat pada Lini Belakang klub dihuni oleh Robertson. Dirinya dipercayakan untuk berhadapan langsung dengan Messi dalam laga tersebut.

Pemain Liverpool, Andu Robertson menyatakan bahwa Liverpool haruslah bisa bertahan sebagai sebuah tim yang utuh agar bisa mengatasi Lionel Messi

Walaupun demikian, Lionel Messi menegaskan bahwa melawan Messi nantinya bukanlah hanya menjadi tugasnya. Dirinya bersama dengan yang lain akan berjuang untuk melawan Messi.

Robertson mengatakan, “Saya tidak menganggap bahwa Anda haruslah melakukan persiapan yang berbeda dari biasanya. Anda memang akan bermain dengan melawan pemain yang lebih baik dan tidak seperti lawan biasanya”,

“Seperti kita ketahui, Messi adalah pemain terbaik didunia. Anda bisa melihat aksinya dalam rekaman video yang tersebar dimana-mana, meski saya tidak tau apakah dengan hal tersebut bisa membantu” tutup Robertson.

Robertson mengungkapkan kalau Messi bisa saja ada dimana dirinya mau. Dirinya sudah menjelajah lapangan dengan teknik yang dimiliki, dan selalu mengejar bola. DIsaat itulah Liverpool perlu untuk melakukan pertahanan agar tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

Bek yang kini sudah memasuki usia 25 tahun ini mengaku bahwa Barcelona masih memiliki pemain yang memiliki potensi untuk membuat Liverpool terluka walaupun mereka berhasil menghentikan Messi nantinya.

Takluk Dari Rennes, PSG Gagal Maju Keajang Coupe de France

Klub pesepak bola ternama asal Ligue 1, Paris Saint Germain (PSG) bisa saja menjuarai ajang Ligue 1 musim 2018 – 2019 dengan peluang lebih besar daripada para pesaingnya.

Namun kejayaan yang diraih PSG dalam ajang Ligue 1 tidak bisa mereka raih dalam ajang Coupe de France. Pesepak bola tim ibu kota ini harus takluk dari Rennes yang saat ini hanya menduduki diposisi ke-11 diklasemen sementara Ligue 1.

PSG Harus menyerah lewat adu pinalti dalam ajang tersebut yang diselenggarakan di Stadion Stade de France, Minggu (28-04-2019) dinihari WIB. Dalam laga tersebut kedua tim harus bermain dengan skor imbang yaitu 2-2.

Pesepak bola ternama, Paris Saint Germain (PSG) bisa saja menjuarai ajang Ligue 1 musim 2018-2019 dengan peluang lebih besar daripada para pesaingnya

Sebelumnya PSG memang lebih unggul dua gol. Gol tersebut masing-masing dicetak oleh Dani Alves pada menit ke-13 dan Neymar Jr pada menit ke-21.
Namun, Rannes tidak tinggal diam dan mampu bangkit dan membuat skor menjadi imbang lewat gol bunuh diri dari Kimpembe dimenit ke-40 dan kontribusi dari pemain Rannes, Mexer dimenit ke-66.

Laga tersebut berlanjut kebabak perpanjang waktu. Kejadian yang tidak dinginkan pun terjadi setelah bintang pesepakbola PSG, Kylian Mbappe harus mendapatkan kartu merah.

Mbappe harus dikeluarkan wasit karena melakukan tekel berbahaya terhadap salah satu pemain Rannes, Damien Da Silva. Dengan kejadian tersebut PSG tidak bisa menurunkan Mbappe dalam adu pinalti yang sebenarnya bisa menjadi penentu kemenangan PSG..

Kekalahan PSG dalam final ajang Coupe de France ini membuat mereka gagal meraih lebih dari satu titel dalam satu musim untuk pertama kalinya semenjak musim 2012-2013.

Pemain Legendaris Dengan Pembayaran Terunik

Beberapa kompetisi yang berlangsung akan segera berakhir, terutama untuk kawasan Eropa. Namun bukan berarti dengan kemeriahan dalam dunia sepak bola akan hilang begitu saja.

Suasana baru akan datang yaitu suasana pada bursa transfer musim panas 2019. Suasana seperti ini yang menjadi salah satu diantara moment yang ditunggu oleh para penggemar klub sepakbola.

Mereka pasti akan merasa penasaran tentang siapa pemain teranyar yang akan datang atau siapa yang harus dikeluarkan dari timnya sendiri. Sepanjang sejarah bursa tranfer, ada beberapa hal menarik terkait dengan cara pembayaran transfer untuk seorang pesepak bola.

Dilansir oleh media, Sahabat Bola.com, berikut beberapa pemain yang akan membuat kita tersenyum dengan cara pembayaran untuk transfer pemain anyar untuk masing masing klub:

1. Ian Wright, eks pemain timnas asal Inggris ini memiliki cerita unik mengenai kepindahannya dari klub amatit Greenwich Borough menuju klub Palace pada musim tahun 1985.

Ian Wright

Wright mengakui bahwa dirinya saat itu hanya dibayar dengan sebuah satu set timbangan, memang tidak layak tetapi akhirnya disetujui. Dirinya menjadi sosok bomber yang mematikan lawan dan menjadi legend bersama Arsenal dan Timnas Inggris

2. John Barnes, dirinya dikenal dengan eks legenda asal Liverpool yang juga menjadi pemain andalam timnas asal Inggris. Saat usianya masih 17 tahun, dirinya sudah bermain membela Sudbury yang kemudian dibeli oleh Watford.

John Barnes

Saat itu, Barnes tampil dengan apik dan lebih uniknya lagi saat proses transfernya ke Watford, dirinya hanya dibayar dengan satu set baju Olahraga.

Kemenangan Lazio Dinodai Aksi Rasialis Dari Suporternya

Kemenangan Lazio saat berhadapan dengan AC Milan pada putaran kedua babak semifinal ajang Coppa Italia di San Siro dinodai dengan aksi Rasialis dari Suporter Lazio.

Para suporter Lazio datang dengan membawa sebuah spanduk untuk mendukung gerakan fasis yang sering terjadi di Italia untuk Benito Mussolini.

Seperti dilansir oleh media Goal Internasionl, para suporter Lazio juga terdengar membawakan lagu berunsur rasialis yang ditujukan oleh salah satu pemain AC Milan, Tiemoue Bakayoko saat menjelang laga.

Untungnya, para penggemar AC Milan tidak terpancing dengan aksi tersebut. Suporter dari tim tuan rumah tidak masalah dan malah menerimanya tindakan  tersebut dengan menyanyikan lagu untuk mendukung pemainnya, Bakayoko.

Kemenangan Lazio saat berhadapan dengan AC Milan pada putaran kedua babak semifinal ajang Coppa Italia

Aksi rasialis tersebut bukan hanya terjadi didalam Stadion sjaa. Beberapa dari suporter Lazio membentangkan spanduk yang berisikan “Honor to Benito Mussolini” dan mereka melakukan penghormatan didekat Piazzale Loreto ataus biasa dikenal dengan alun-alun AC Milan.

Dengan aksi tersebut tidak membuat Lazio diam saja, mereka mengutuk para perilaku yang mendukung aksi tersebut. Dari situs halaman resminya, mereka menyatakan bahwa tindakan dari sejumlah para penggemar itu sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai dalam dunia Olahraga.

Selain itu Lazio juga menyatakan bahwa mereka menjauhkan diri dari aktivitas seperti itu dan sudah memegang prinsip mereka selama 119 tahun.

Dalam laga Lazio kontra Milan, Lazio menang dengan skor akhir 1 – 0 sehingga dengan kemenangan tersebut, lazio berhak maju kebabak final ajang Coppa Italia sedangkan untuk AC Milan harus kembali mengalami keterpurukan setelah gagal menang dalam tiga kali secara beruntun.

Ronaldo Memiliki Pengaruh Negatif Untuk Skuat Juventus

Bintang pesepakbola, Cristiano Ronaldo dikabarkan memberikan aura ataupun pengaruh negatif untuk skuatnya sendiri, Juventus. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh eks pemain dari Bianconeri, Marco Tardelli.

Juventus berhasil meraih piala penghargaan Scudetto kedelapan secara berturut-turut dimusim 2018-2019. Ronaldo juga menampilkan performa apiknya dimusim perdananya berkarir di Italia untuk bermain di ajang Serie A.

Namun Ronaldo juga dipercayai bisa memberikan sebuah pengaruh negatif kepada Juventus. Tardelli berpendapat bahwa kehadiran Ronaldo membuat Juventus menjadi memliki ketergantungan kepada pemain tertentu.

Bintang pesepakbola, Cristiano Ronaldo dikabarkan memberikan aura ataupun pengaruh negatif untuk skuatnya sendiri, Juventus

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab Juventus gagal diajang Liga Champions musim ini. “Juventus memerlukan sebuah kerja keras untuk bisa mengelola skuat menjadi lebih baik lagi”, ungkap Tardelli

“Mungkin Ronaldo sudah bermain terlalu banyak dimusim ini. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa Ronaldo adalah kapten tim. Saat berhadapan dengan Ajax, dirinya mampu berbuat lebih banyak lagi “, tambah Tardelli.

Selain itu, menurut Tardelli, rotasi permainan yang diterapkan sang pelatih untuk para pemainnya membuatnya Juventus menjadi kurang banyak tampil bersama Ronaldo dan kekompakkan tim juga berkurang karena terlalu mengandalkan Ronaldo.

“Beberapa pemain sangat kurang mendapatkan kesempatan bermain dengan Ronaldo dan tanpa kita sadari kalau hal tersebut sangatlah membuat pemain menderita dan salah satu pemainnya itu adalh Paulo Dybala”, tutup Tardelli.

Ronaldo dibeli oleh Juventus pada musim panas lalu dari Real Madrid dengan nilai transfer sebesar 100 Juta Euro.

Ketidaksabaran Silva Untuk Hadapi Manchester United

Manchester City berhasil naik keposisi puncak klasemen sementara ajang Premier League setelah berhasil menaklukan Tottenham Hostpsur dengan skor akhir 1 – 0 di Stadion Etihad, Sabtu (20/04/2019).

Kemenangan tersebut membuat salah satu gelandang asal Manchester City, Bernardo Silva menyambut hangat kemenangan dari klubnya dan dirinya juga mengakui bahwa tidak sabar lagi untuk berhadapan dengan Manchester United dilaga selanjutnya.

Manchester City akan memperlihatkan aksi tandangnya ke Markas Manchester United di Old Trafford, Rabu (24/04/2019) dinihari WIB. Laga tersebut nantinya kan menjadi laga menarik untuk City yang kini bertengger diposisi puncak klasemen dan hanya berbeda 1 poin dengan Liverpool.

Manchester City berhasil naik keposisi puncak klasemen sementara ajang Premier League setelah berhasil menaklukan Tottenham Hostpsur

Pentingnya laga kontra Manchester United untuk bisa memuluskan jalan mereka menjadi juara ajang Premier League tentu menjadi sebuah tekanan besar untuk tim besutan dari Pep Guardiola.

Tekanan tersebut tidaklah menjadi masalah untuk Silva karena dirinya merasa optimis dengan timnya yang mampu menangani tekanan tersebut dan mereka optimis bahwa timnya juga sedang menikmati tekanan yang sedang mereka jalani untuk menjadi juara.

Bernado Silva mengatakan, “Laga yang akan kami jalani adalah sebuagh laga penting. Tentu kami membutuhkan tambahan poin untuk bisa berada diposisi empat besar. Jadi kami memprediksi bahwa sebuah laga sulit akan kami hadapi dan mereka adalah sosok tim terbaik di Inggris”.

Liverpool Bagi Subsidi Tiket Kepada Para Penggemar Liverpool

Liverpool ingin para penggemarnya memberikan dukungan penuh terhadap ajang Liga Champions. Juventus menyatakan bahwa akan memberikan dan membagikan Subsidi Tiket kepada para penggemar yang datang ke Stadion Camp Nou pada putaran pertama semifinal Liga Champions.

Mereka akan melakukan aksi tandang dengan berhadapan dengan Barcelona pada Kamis (02-05-2019) dinihari WIB. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk penghargaan Liverpool terhadap para penggemarnya yang sudah merelakan waktunya datang ke Camp Nou.

Tim besutan dari Jurgen Klopp percaya bahwa dukungan yang diberikan nanti akan melipatgandakan semangat mereka saat menjalankan aksi tandangnya.

Liverpool ingin para penggemarnya memberikan dukungan penuh terhadap ajang Liga Champions

Jumat, (19-4-2019), Dilansir oleh media The Mirror, tindakan yang dilakukan oleh Liverpool sudah melalui proses pertimbangan dari berbagai pihak dan sudah dipikirkan secara matang. Seperti yang kita ketahui bahwa harga tiket untuk masuk melihat laga Liga Champions di Camp Nou sangatlah mahal.

Barcelona sudah menetapkan harga tiket dengan nilai jual seharga 103 Juta Poundsterling atau sebesar Rp. 1,88 Juta untuk mereka para penggemar Liverpool yang ingin menyaksikan aksi klubnya di Camp Nou.

Harga tiket yang ditetapkan oleh Barcelona tersebut sudah sama dengan saat mereka menjualnya kepada para penggemar United dalam babak perempatan final ajang Liga Champions.

The Reds sendiri akan memberikan tiket subsidi kepada masing masing penggemar dengan harga 27 Pounds atau seharga Rp. 429 ribu untuk 4.600 para penggemar yang akan pergi ke Camp Nou. Dengan jumlah tersebut diharapkan bisa sedikit mengurangi beban dari para penggemar Liverpool.

Pembelaan Solskjaer Terhadap Blunder Yang Dilakukan De Gea

Pelatih asal Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan sebuah pembelaan terhadap performa dari salah satu pemainnya, David De Gea saat klubnya berhadapan dengan Barcelona, Rabu (17-04-2019) dinihari WIB.

Solskjaer percaya bahwa sang kiper hanya mengalami ketidakberuntungan saat bermain di Camp Nou. United melakukan aksi tandangnya ke markas Barcelona untuk menjalani laga putaran kedua babak perempat final ajang Liga Champions.

Pada laga tersebut, De Gea dipercayai oleh sang pelatih untuk menjadi kiper dari klub berjulukan The Red Devils. Namun kiper asal timnas Spanyol ini membuat blunder atau kesalahan fatal dalam pertengahan babak kedua.

Pelatih asal Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan sebuah pembelaan terhadap performa dari salah satu pemainnya, David De Gea

Dalam laga tersebut, dirinya gagal menahan tendangan sempurna dari Lionel Messi sehingga tendangan Messi itu harus menjadi gol kedua untuk Barcelona. Blunder yang dilakukan De Gea mengundang banyak kritikan dari dari berbagai pihak.

Namun sang pelatih, Solskjaer bukan sepenuhnya menyalahkan De Gea dan malah melakukan pembelaan terhadap De Gea. Dilansir dari media Sportsmole Solskjaer menyatakan, “Hal itu merupakan situasi yang tidak beruntung untuk sang penjaga gawang”.

Solskjaer mengakui bahwa kesalahan yang dilakukan oleh De Gea ini memiliki efek yang besar kepada kekalahan timnya, namun dirinya malah memberik rasa simpati terhadap De Gea karena dirinya tahu bahwa de Gea akan mendapatkan kritikan dari publik.

Solskjaer menegaskan bahwa De Gea adalah pejaga gawang nomor satu di Manchester United dan dirinya sudah bermain dengan baik. Dirinya menilai bahwa, De Gea akan tetap memberikan sebuah kontribusi yang lebih baik setelah dirinya berhasil menggagalkan beberapa peluang dari Barcelona.

Mimpi Buruk Diakhir Musim Untuk Bayern Munchen

Bayern Munchen mendapatkan kabar buruk menjelang laga penting diakhir musim. FC Hollywood ini terancam bermain tanpa adanya sosok penjaga gawang atau kiper andalannya, Manuel Neuer. Neuer tidak ikut serta karena cedera yang dialaminya.

Manuel Neuer sendiri mengalami cedera saat Bayern Munchen menjalankan laga kontra Fortuna Dusseldorf dipekan ke-29 ajang Bundesliga, Minggu (14-04-2019) malam hari WIB. Dalam laga tersebut, Bayern Munchen menang dengan skor akhir 4 – 1 di Stadion Merkur Spiel-Arena.

Cedera yang dialam oleh sang kiper terjadi saat laga memasuki menit ke-50. Kemudian sang kiper langsung tidak bisa menlanjutkan permainan. Klub berjulukan Die Rotten menarik keluar Neuer dan menggantikan posisinya dengan Sven Ulreich dimenit ke-53.

Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac menyatakan bahwa cedera yang dialami oleh Manuel Neuer memang bisa dibilang cukup membuat pihak klub merasa cemas, karena cedera yang dialami oleh Neuer tersebut adalah cedera kambuhan, yaitu cedera betis.

Dilansir dari media Sportsmole, Niko Kovac mengatakan, “Itu adalah cedera betis yang juga pernah dialami sebelumnnya. Kami akan segera melakukan pemeriksaan dan tentu saja kami berharap tidak akan ada hal yang serius dengan cedera yang dialami Neuer”.

Empat gol kemenangan dari Bayern Munchen ini dicetak gola Kingley Coman dan Sergey Gnarby dengan masing masing dua gol. Kemenangan ini juga membuat Bayern Munchen kembali bercocol diposisi puncak kalsemen sementara yang dimana sebelumnya diduduki oleh Borussia Dortmund.

Van Dijk diklaim sebagai Bek terbaik selain Ramos dan Lovren.

Menurut Ki-Jana Hoever, status sebagai bek terbaik Dunia saat ini sudah tidak lagi selalu Sergio Ramos, ataupun Dejan Lovren. Menurutnya kini gelar tersebut lebih pantas diberikan pada Virgil Van Dijk.

Van Dijk ditebus sebesar 75 juta Euro dari Southampton pada Januari 2018, Dirinya berhasil menunjukkan kelayakannya dengan harga tersebut setelah tampil memikat di beberapa penampilannya bersama The Reds.

Sampai sekarang, dirinya sudah memainkan 60 pertandingan diberbagai kompetisi dengan torehan 5 gol. Namanya seperti sangat sulit untuk ditinggalkan oleh Jurgen Klopp.

Van Dijk mungkin mencapai banyak pujian, namun ada beberapa sangkalan mengenai hal itu, terlebih banyak orang yang mengatakan masih ada langit diatas pemain dari Belanda itu. Namun menurut Hoever, Van Dijk memang pantas untuk mendapatkan julukan bek terbaik di dunia.

Hoever mengatakan bahwa Van Dijk tampil dengan sangat bagus hingga akhirnya Liverpool tidak hanya memiliki lini serang yang dapat dibanggakan, tapi dirinya juga menjadi bentuk pertahanan yang solid.

Hoever beruntung bisa berada dalam satu tim bersama dengan Van Dijk. ia mengaku selama sesi latihan bersama dengan skuat utama, Hoever sering mendapatkan banyak saran dari Van Dijk.

Dengan perlahan Hoever menggali ilmu dari Van Dijk, itu ternyata bukanlah hal yang mustahil mengingat Hoever mungkin juga bisa menjadi salah satu bek terbaik di dunia nanti.

Dengan bimbingan dari Van Dijk, Hoever merasa bahwa setiap perasaan dengan detil dan kesempurnaannya, Van Dijk berhasil melatih Hoever dengan baik bahkan segala penempatan posisinya akan selalu tepat pada setiap waktunya. Baginya segala pengajaran itu menunjukkan bahwa Van Dijk itu murni berkelas.

Beruntungnya Hoever masih merupakan pemain yang memiliki darah Belanda ditubuhnya. dirinya berharap suatu hari nanti ia bisa menjadi palang pintu tim julukkan Die Oranje dan juga berdampingan dengan Van Dijk.